Teheran: Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad mendukung perjuangan rakyat Mesir menggulingkan Presiden Hosni Mubarak. Menurutnya, gejolak Mesir itu menunjukkan munculnya timur tengah baru.
Ahmadinejad mengatakan hal itu pada saat upacara peringatan ke-32 Revolusi Islam Iran pada 1979. Pidato itu disampaikan beberapa jam setelah Mubarak menolak mundur pada Kamis (10/2) malam.
Ahmadinejad menambahkan rakyat Mesir memiliki hak untuk bebas menentukan pemerintahannya sendiri dan Iran mendukung hak warga Mesir.
Menurut Ahmadinejad, tanda bangkitnya Mesir itu masih belum terjadi di Israel dan masalah campur tangan Amerika Serikat.
Penolakan mundur Mubarak menyebabkan gejolak kemarahan warga Mesir semakin tidak terbendung. Jumat malam, diktaktor yang berkuasa selama 30 tahun itu akhirnya tumbang.
Sementara itu, ulang tahun ke-32 kemenangan Revolusi Islam Iran diperingati meriah di Iran. Ratusan ribu warga mengadakan pawai.
Pemerintah Iran sendiri telah memberangus oposisi yang menentang Ahmadinejad dalam sengketa Pemilu 2009 lalu. Saat itu ada gerakan menentang Presiden Iran yang terpilih kembali itu sempat membesar. Aksi itu mempengaruhi pemerintah Iran sebelum akhirnya dibasmi habis.
Ahmadinejad menambahkan rakyat Mesir memiliki hak untuk bebas menentukan pemerintahannya sendiri dan Iran mendukung hak warga Mesir.
Menurut Ahmadinejad, tanda bangkitnya Mesir itu masih belum terjadi di Israel dan masalah campur tangan Amerika Serikat.
Penolakan mundur Mubarak menyebabkan gejolak kemarahan warga Mesir semakin tidak terbendung. Jumat malam, diktaktor yang berkuasa selama 30 tahun itu akhirnya tumbang.
Sementara itu, ulang tahun ke-32 kemenangan Revolusi Islam Iran diperingati meriah di Iran. Ratusan ribu warga mengadakan pawai.
Pemerintah Iran sendiri telah memberangus oposisi yang menentang Ahmadinejad dalam sengketa Pemilu 2009 lalu. Saat itu ada gerakan menentang Presiden Iran yang terpilih kembali itu sempat membesar. Aksi itu mempengaruhi pemerintah Iran sebelum akhirnya dibasmi habis.

0 comments:
Post a Comment