JAKARTA- Sebuah tim dibentuk untuk menyelidiki adanya praktek pelecehan seksual terhadap anggota Paskibra DKI Jakarta. Tim tersebut dibentuk oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta.Pembentukan tim dilakukan setelah mencuatnya laporan mengenai tindakan pelecehan seksual yang diajukan oleh pihak keluarga korban.
"Ada laporan dari orang tua sekitar tanggal 11-13 Agustus, katanya ada pelecehan seksual. Untuk menangani peristiwa pelecehan tersebut sudah kami bentuk tim investigasi Purna Paskibra Indonesia (PPI). Hasilnya mungkin keluar 2 hari lagi," ujar Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Firmansyah, di Jakarta, Rabu (18/8).
Tim tersebut, jelas Firmansyah, terdiri dari empat orang yang merupakan mantan anggota Paskibra. Kerja tim tersebut, menurutnya, mencari pembuktian adanya tindak pelecehan yang terjadi pada anggota perempuan Paskibra yang diduga dilakukan oleh senior mereka.
"Timnya ada yang dari Paskibra angkatan 1994 sampai 1997. Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Ini baru pertama kali terjadi. Kita cari bukti-buktinya. Para senior sudah kita periksa," tandas Firmansyah.
Diakui Firmansyah, laporan yang masuk masih mempertanyakan letak pelecehan seksual yang dimaksud. Hal tersebut menurutnya harus dibuktikan serta berdasarkan batasan yang jelas.
"Kita tidak sepakat kalau memang benar ada perintah disuruh lari dari kamar mandi ke kamar menggunakan handuk saja. Tapi kalau pelecehan seksual, sejauh mana sampai dibilang seperti itu," katanya.
Lebih lanjut, kata Firmansyah, pihaknya akan mengadakan upaya damai sebagai jalan keluar. Upaya damai bersifat kekeluargaan dilakukan antara pihaknya, pihak korban, dan pihak PPI.
"Nanti kita panggil semua pihak yang bersangkutan. Kita adakan mediasi antara kita, pihak orang tua korban, dan PPI," tukasnya.
Sebelumnya dilaporkan telah terjadi tindak pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh senior Paskibra berinisial A dan E. Kedua senior tersebut yang berada di barak anggota Paskibra perempuan memerintahkan anggota untuk berlari dari toilet ke kamar masing-masing hanya dengan mengenakan handuk.
Dalam pelatihan Paskibra di Cibubur yang dilaksanakan pada 2-6 Juli 2010 silam itu, barak perempuan dan laki-laki dipisah. Barak perempuan dijaga oleh instruktur perempuan, begitu pula dengan barak laki-laki. Selama beberapa hari, anggota diberi pelatihan seperti kedisplinan, table manner, filosofi Paskibra dan lain sebagainya. Diduga tindak pelecehan terjadi dalam masa pelatihan tersebut. (*/OL-3)

0 comments:
Post a Comment