![]() |
| Ilustrasi |
ENTAH karena profesi yang sama, hanya saja status yang berbeda, cinta pun tumbuh bersemi. Seorang dokter spesialis bedah di Rumah Sakit Umum (RSU) Langsa, sebut saja dr Y, jatuh cinta pada perawat rekan sekerjanya. Masalahnya, perawat, sebut saja Cut S, sudah punya suami, dan memiliki dua orang anak. Sementara, dokter selingkuhannya juga sudah memiliki istri dan dua orang anak, tetapi mereka sudah cerai.
Barangkali karena tugas Y yang sehari-hari sibuk mengurus pasien Bedah sedikit membosankan, apalagi harus mengontrol dari kamar satu ke kamar lain yang selalu bau karbol, sungguh suasana yang sangat membosankan. Tapi semenjak kecantol dengan perawat C, yang cantik macam penyanyi Aida Mustofa tahun 1970-an, kejenuhan tugas itu menjadi hilang. Maklumlah, meski sudah punya anak dua, tubuh montok ini memang membuat semangat kerja Y meningkat pesat.
Karena perkembangan yang sangat menguntungkan itulah, Dokter Y jadi lupa akan segala risikonya. Sekali waktu dia mengajak jalan C ke Medan, ee…lha kok mau. Dan entah apa yang terjadi di Medan hanya Dokter Y dan C yang tau, yang jelas C tak keberatan juga. Jadilah keduanya keterusan. Target klasik setiap orang selingkuh pun dipraktekkan. Dokter Y sama sekali tak menyadari bahwa sebetulnya yang dia selingkuhi itu adalah bini orang.
Awalnya praktek Dokter Y “merawat” rekan sesama perawat itu berjalan mulus. Tapi setelah sekian kali perselingkuhan itu berlangsung, ada informan yang memberi tahukan suami C. Sudah barang tentu sang suami marah-marah. Namun kemarahanya masih terpendam, toh suami C belum dapat membuktikannya.
Hati siapa takkan cemburu dan murka mendengar bini diobok-obok lelaki lain. Suami C segera mencari tau dan bertanya pada rekan kerja istrinya.
Lalu hubungan kedua insan yang bukan muhrimnya ini cepat tercium banyak orang, terutama di kalangan perawat di rumah sakit itu. Saat desas desus perselingkuhan itu mencuat, rekan kerja C, termasuk kepala ruangan C bertugas, sempat mengingatkan C bahwa perbuatan yang dilakukannya akan mengundang petaka. Namun peringatan rekan kerjanya dianggap angin lalu oleh C, sehingga hubungan mereka pun berjalan lancar.
Sejumlah rekan kerja C seperti Mawar dan Saraifuddi (nama samaran) yang ditanyai wartawan mengaku hubungan Dokter Y dengan C sudah berlangsung lama, bahkan mereka sempat kepergok berduaan dalam kamar istirahat perawat. “Saat kami melihatnya, dr Y sedang tidur di atas paha C,” sebut mereka. Kecuali itu, terang sumber tadi, mereka juga sering ke pergi Medan berdua.
Tidak hanya sebatas itu, keberanian C memang luar biasa. C berani diantar ke rumahnya saat pulang kerja dengan mobil Honda Jazz warna hitam nopol BG 10 OD di tengah malam oleh Dokter Y. Bisa jadi C sudah mengancam pembantunya agar kedok ini tidak terbongkar.
Namun, bak kata pepatah, sepandai-pandai tupai melompat, sekali-kali pasti jatuh juga. Begitu juga persingkuhan karena satu profesi ini. Hubungan Y dan C akhirnya terungkap juga. Sabtu (22/1) lalu C salah kirim SMS. SMS yang berbunyi “Ati, kalau suami saya telpon jangan diangkat ya!.” begitu bunyi sms yang seharusnya dikirim ke pembantunya di rumah, malah SMS itu masuk ke nomor suaminya. Suami C yang membaca SMS itu terkejut, dan langsung berprasangka kalau SMS itu pasti ada maksudnya. Suami C yang sebelumnya hendak berangkat ke Medan mengurungkan rencananya. Ia mulai mengintai gerak gerik istrinya. Isu selingkuh antara dr Y dengan C semakin tercium oleh suami C. Lelaki asal Pidie ini pun tak tinggal diam, Dosen tetap di sebuah kampus Akbid ini pun mencari tahu hubungan istrinya. Dari sejumlah rekan kerja C hubungan mereka terungkap, ditambah lagi cerita sang pembantu rumahnya.
Hati suaminya itu benar-benar terpukul. Dari seorang sahabat yang bisa dipercaya, diberitakan istrinya memang benar bermain serong! Ia masih sabar, belum percaya kabar tersebut. Ia berusaha membuktikannya. Memang suami C orang yang super sibuk, selain menjadi Dosen, juga sibuk beroganisasi dan kuliah S2 di Medan. Situasi ini tentu sangat mendukung hubungan istrinya dengan dokter Y, duda beranak dua.
Setelah mengintai dan cari informasi sana sini, terungkap jika istrinya diduga sudah pernah ‘dibedah’ oleh dr Bedah Y. Tidak ada maaf darinya, ia langsung menjatuhkan talak tiga untuk isterinya. Selasa (25/1) rumah tangga C benar hancur setelah ‘dibedah’ Dokter Y.
Dokter Y saat dikonfirmasi Harian Aceh, Sabtu (29/1) via SMS, soal informasi yang beredar tentang perselingkuhannya dengan C, memilih tak menjawab. SMS yang dikirim pun hingga berita ini diturunkan belum juga mendapat balasan.
Sedangkan kepala Rumah sakit Umum Langsa, dokter Azhari kepada Harian Aceh, Sabtu (29/1) via telepon gengamnya, mengaku telah memanggil keduanya yakni dokter Y dan C. Namun C belum datang kepadanya untuk memberikan keterangan. Azhari juga tidak menjelaskan keterangan yang diberikan dokter Y.
“Kita dari pihak Rumah sakit belum bisa mengambil kesimpulan karena satu pihak lagi belum kita ambil ketarangannya,” kata Azhari.
Terkait sanksi terhadap keduanya jika terbukti berselingkun, Azhari juga belum berani mengambil kesimpulan. Namun diakui isu selingkuh antara dokter Y dengan C semakin merebak, akan tetapi laporan secara tertulis belum diterimanya dari orang dirugikan atas perselingkuhan ini.
Karena perkembangan yang sangat menguntungkan itulah, Dokter Y jadi lupa akan segala risikonya. Sekali waktu dia mengajak jalan C ke Medan, ee…lha kok mau. Dan entah apa yang terjadi di Medan hanya Dokter Y dan C yang tau, yang jelas C tak keberatan juga. Jadilah keduanya keterusan. Target klasik setiap orang selingkuh pun dipraktekkan. Dokter Y sama sekali tak menyadari bahwa sebetulnya yang dia selingkuhi itu adalah bini orang.
Awalnya praktek Dokter Y “merawat” rekan sesama perawat itu berjalan mulus. Tapi setelah sekian kali perselingkuhan itu berlangsung, ada informan yang memberi tahukan suami C. Sudah barang tentu sang suami marah-marah. Namun kemarahanya masih terpendam, toh suami C belum dapat membuktikannya.
Hati siapa takkan cemburu dan murka mendengar bini diobok-obok lelaki lain. Suami C segera mencari tau dan bertanya pada rekan kerja istrinya.
Lalu hubungan kedua insan yang bukan muhrimnya ini cepat tercium banyak orang, terutama di kalangan perawat di rumah sakit itu. Saat desas desus perselingkuhan itu mencuat, rekan kerja C, termasuk kepala ruangan C bertugas, sempat mengingatkan C bahwa perbuatan yang dilakukannya akan mengundang petaka. Namun peringatan rekan kerjanya dianggap angin lalu oleh C, sehingga hubungan mereka pun berjalan lancar.
Sejumlah rekan kerja C seperti Mawar dan Saraifuddi (nama samaran) yang ditanyai wartawan mengaku hubungan Dokter Y dengan C sudah berlangsung lama, bahkan mereka sempat kepergok berduaan dalam kamar istirahat perawat. “Saat kami melihatnya, dr Y sedang tidur di atas paha C,” sebut mereka. Kecuali itu, terang sumber tadi, mereka juga sering ke pergi Medan berdua.
Tidak hanya sebatas itu, keberanian C memang luar biasa. C berani diantar ke rumahnya saat pulang kerja dengan mobil Honda Jazz warna hitam nopol BG 10 OD di tengah malam oleh Dokter Y. Bisa jadi C sudah mengancam pembantunya agar kedok ini tidak terbongkar.
Namun, bak kata pepatah, sepandai-pandai tupai melompat, sekali-kali pasti jatuh juga. Begitu juga persingkuhan karena satu profesi ini. Hubungan Y dan C akhirnya terungkap juga. Sabtu (22/1) lalu C salah kirim SMS. SMS yang berbunyi “Ati, kalau suami saya telpon jangan diangkat ya!.” begitu bunyi sms yang seharusnya dikirim ke pembantunya di rumah, malah SMS itu masuk ke nomor suaminya. Suami C yang membaca SMS itu terkejut, dan langsung berprasangka kalau SMS itu pasti ada maksudnya. Suami C yang sebelumnya hendak berangkat ke Medan mengurungkan rencananya. Ia mulai mengintai gerak gerik istrinya. Isu selingkuh antara dr Y dengan C semakin tercium oleh suami C. Lelaki asal Pidie ini pun tak tinggal diam, Dosen tetap di sebuah kampus Akbid ini pun mencari tahu hubungan istrinya. Dari sejumlah rekan kerja C hubungan mereka terungkap, ditambah lagi cerita sang pembantu rumahnya.
Hati suaminya itu benar-benar terpukul. Dari seorang sahabat yang bisa dipercaya, diberitakan istrinya memang benar bermain serong! Ia masih sabar, belum percaya kabar tersebut. Ia berusaha membuktikannya. Memang suami C orang yang super sibuk, selain menjadi Dosen, juga sibuk beroganisasi dan kuliah S2 di Medan. Situasi ini tentu sangat mendukung hubungan istrinya dengan dokter Y, duda beranak dua.
Setelah mengintai dan cari informasi sana sini, terungkap jika istrinya diduga sudah pernah ‘dibedah’ oleh dr Bedah Y. Tidak ada maaf darinya, ia langsung menjatuhkan talak tiga untuk isterinya. Selasa (25/1) rumah tangga C benar hancur setelah ‘dibedah’ Dokter Y.
Dokter Y saat dikonfirmasi Harian Aceh, Sabtu (29/1) via SMS, soal informasi yang beredar tentang perselingkuhannya dengan C, memilih tak menjawab. SMS yang dikirim pun hingga berita ini diturunkan belum juga mendapat balasan.
Sedangkan kepala Rumah sakit Umum Langsa, dokter Azhari kepada Harian Aceh, Sabtu (29/1) via telepon gengamnya, mengaku telah memanggil keduanya yakni dokter Y dan C. Namun C belum datang kepadanya untuk memberikan keterangan. Azhari juga tidak menjelaskan keterangan yang diberikan dokter Y.
“Kita dari pihak Rumah sakit belum bisa mengambil kesimpulan karena satu pihak lagi belum kita ambil ketarangannya,” kata Azhari.
Terkait sanksi terhadap keduanya jika terbukti berselingkun, Azhari juga belum berani mengambil kesimpulan. Namun diakui isu selingkuh antara dokter Y dengan C semakin merebak, akan tetapi laporan secara tertulis belum diterimanya dari orang dirugikan atas perselingkuhan ini.


0 comments:
Post a Comment