Bandung - 50 wanita yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Perempuan Jabar (ASPJ) melakukan aksi unjuk rasa menentang peringatan hari Valentine. Dalam aksinya mereka berjalan kaki dari Pusdai ke Gedung Sate, Jalan Diponegoro.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (14/2/2008), 50 wanita yang semua mengenakan kerudung ini berjalan kaki dari Pusdai ke Gedung Sate. Mereka membawa belasan spanduk dari kertas karton yang antara lain isinya "Kasih sayang yes, valentine no banget" dan "Hari gini valentinan, engga banget".
Sesampainya di halaman Gedung Sate, secara bergantian massa melakukan orasi yang intinya menolak peringatan hari kasih sayang yang diperingati tanggal 14 Februari atau hari Valentine. Mereka menilai peringatan Valentine dijadikan ajang seks bebas.
Koordinator Aksi, Euis Rifki, mengatakan hari kasih sayang yang dirayakan kaum muda sekarang telah salah kaprah. "Ini bukan budaya Islam, bukan budaya timur. Yang awalnya hanya saling tukar kado, tukar cokelat, kini berujung pada seks bebas," ujarnya berapi-api.
Dalam aksi ini juga, kata Euis, pihaknya mendesak pemerintah mengangkat kembali RUU APP dan segera mengesahkannya. ASPJ juga mengecam pergaulan bebas dan mengajak publik figur wanita untuk berpakaian sopan dan tidak memamerkan tubuhnya. "Kami juga memboikot film Indonesia yang mengandung pornoaksi," tegasnya.

0 comments:
Post a Comment