Pages

9/07/2010

Lebaran Jatuh pada 10 September 2010?

TEMPO/Fully Syafi

Semarang: Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI) Ahmad Izzuddin menyatakan hari raya Idul Fitri tahun ini akan jatuh pada hari Jum'at tanggal 10 September. Alasannya, karena hilal berada di bawah ufuk sehingga sulit untuk bisa dilihat.
"Atas dasar itu maka puasa digenapkan menjadi 30 hari," kata Ahmad di Semarang, Senin (30/8). Menurut perhitungan anggota tim Badan Hisab Rukyat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini, posisi hilal masih berada antara 0 hingga 2 derajat.
Sekretaris Program Khusus Ilmu Falak Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang ini juga memperkirakan perdebatan untuk menentukan hari raya lebaran tahun ini tidak begitu tajam sehingga diperkirakan organisasi keagamaan terbesar, yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah akan merayakan hari lebaran pada hari yang sama.
Selama ini, setidaknya ada dua metode untuk menentukan awal bulan, yakni hisab dan rukyat. Hisab adalah melakukan perhitungan untuk mengetahui posisi bulan secara matematis dan astronomis dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender hijriah. Hisab merupakan alat bantu untuk mengetahui kapan dan di mana hilal (bulan sabit pertama setelah bulan baru) dapat terlihat.
Sedangkan rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak atau bulan baru. Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam karena hilal hanya tampak setelah matahari terbenam atau waktu maghrib.

0 comments:

Post a Comment

Tech for Future

Game & Gadget blog

Vacancy